Minggu, 29 Juni 2014 0 komentar

Mau Berprestasi Tingkat Nasional? baca inii :)

Berpretasi? siapa sih yah gak mau :)
salah satu cara berprestasi ialah dengan rajin mengikuti lomba-lomba baik tingkat sekolah hingga tingkat nasional. karena dengan berprestasi, selain juga menambah kebanggan dan pengalaman, juga bisa mengharumkan nama sekolah bahkan negara jika lomba atau kompetisi yang kita ikuti sudah tingkat Internasional. selain itu, tentu dengan berprestasi lewat lomba-lomba, juga bisa menambah uang saku kita dari hasil dana hadiah lombanya.
nah, disini saya mau bahas sedikit tentang cara berprestasi, khususnya yang tingkat nasional. namun saya mau
menegaskan dulu, cara berprestasi bisa dengan banyak hal. mulai dari yang terkecil seperti juara kelas, hingga menjuarai olimpiade nasional. namun, jangan salah kaprah dulu,cara berprestasi juga banyak, misalnya dengan mengikuti konferensi maupun forum tingkat nasional. dan lain sebagainya.

tapi, apa aja sih event nasional yang bisa kita jadikan ajang untuk berprestasi demi membanggakan orang tua, mengharumkan nama sekolah hingga daerah?

1. Parlemen Remaja
Event yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Biro HUMAS DPR RI ini diadakan tiap tahun sekali. nah, kakak termasuk salah satu angkatan PARJA (Parlemen Remaja) 2014 atau Parja angkatan 8. di Parja ngapain aja? banyak, acaranya sih berupa seminar tentang DPR lalu langsung di praktekkan dalam simulasi sidang  LANGSUNG DI GEDUNG DPR RI!!! selain itu, di Parja juga dipilih 5 Peserta terbaik tingkat nasional. Nah, disini nih peluang kamu, rebut peserta terbaik dan harumkan daerahmu :)
bagi yang tertarik, monggo bisa di follow twitter parja di @parlemenremajaa


Sabtu, 28 Juni 2014 0 komentar

Mari berfastabiqul khairot dalam tilawah di bulan ramadhan :)

Assalamu'alaikum Wr Wb

alhamdulillah. ahlan wa sahlan ya syahrul maghfiroh, marhaban lakum ya syahrul Qur'an. Marhaban Marhaban Marhaban Ya Ramadhan

Bulan di mana setiap manusia berfastabiqul khairot di dalamnya. utamanya dalam bidang ibadah tilawah Al-qur'an.

Namun, masih banyak nih yang gak punya strategi bagaimana cara meraup pahala sebanyak mungkin dengan tilawah di bulan ramadhan. nah, disini saya mau bagi-bagi sedikit strateginya.

Disini ada banyak metode tilawah.

Yang Pertama dengan se-Juz per-duduk (makhsudnya sekali baca, kalau baca Al-Qur'an kan biasanya duduk). Waduh berat yah? ada triknya nih, yaitu selalu motivasi diri untuk gak berhenti tilawah sampai lembar ke 7. di jamin deh klo udah lewat lembar ke-7, motivasi untuk dapat se-juz dalam sekali duduk bisa dicapai. gak percaya? coba aja :)






Yang ke-dua dengan menarget jumlah khataman dalam sebulan. ada banyak pula tingkatan levelnya.

- Newbie Tilawah (1 kali Khatam)
triknya gini, shubuh 4 halaman (2 lembar).
dhuhur 4 halaman (2 lembar)
Ashar 4 halaman (2 lembar)
Maghrib 4 halaman (2 lembar)
Isya' 4 halaman (2 lembar)

- Fans Tilawah (2 kali khatam)
shubuh 8 halaman (4 lembar)
dhuhur 8 halaman (4 lembar)
ashar 8 halaman (4 lembar)
maghrib 8 halaman (4 lembar)
isya' 8 halaman (4 lembar)


- Tilawah Lover (3 kali khatam)
subuh 12 halaman (6 lembar)
dhuhur 12 halaman (6 lembar)
ashar 12 halaman (6 lembar)
maghrib 12 halaman (6 lembar)
isya' 12 halaman (6 lembar)
sahur 12 halaman (6 lembar)



- Professional. (khatam tiap pekan)
shubuh 10 halaman
dhuhur 10 halaman
ashar 10 halaman
maghrib 7 halaman
Isya' 20 halaman (10 lembar - 1 Juz)
Sahur : 30 halaman (15 lembar - 1,5 Juz)



masih kurang? masih merasa kering bin suram jika tilawah masih selevel gitu?
ada nih level yang lebih makyoos

Habibullah
ini bisa di bilang level tertinggi lah, menurut ane. soalnya level ini udah bisa di bilang hampir menyamai para sahabat dan ulama. penasaran syarat2nya? cekidooot.

Di Level Habibullah, kita menamatkan Al-Qur'an 30 kali, atau sekali sehari. how? gini rinciannya.
Subuh : 100 halaman (50 lembar - 5 juz)
Dhuhur : 100 halaman (50 lembar - 5 juz)
Ashar : 50 halaman (25 lembar - 2,5 juz)
Maghrib : 50 halaman (25 lembar - 2,5 juz)
Isya' : 220 Halaman
Sahur : 100 halaman (50 lembar - 5 juz)

wahud eh waduh, banyak banget yah? yah kembali ke diri kita lagi masing-masing, kuatnya di mana :)
mau yang sekali duduk, sekali khatam, professional hingga level habibullah saya kembalikan ke pribadi masing-masing :)

gimana? syahdu kan nanti ramadhannya :)
semoga dengan ini tilawah akhi atau ukhti jadi lebih terjaga :)



mari berfastabiqul khairot di bulan bonus ini :)
Selasa, 17 Juni 2014 1 komentar

Rendahnya Apresiasi Budaya Lokal Di Kalangan Pemuda Di Jawa Tengah



Masalah tentang kepedulian pemuda terhadap apresiasi budaya lokal masih menjadi sesuatu yang pelik, tak terkecuali di Provinsi Jawa Tengah. Persentase kepedulian pemuda yang minim masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal hal ini penting karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab melestarikan budaya bangsa, namun bagaimana kegiatan pelestarian itu dapat dilakukan kala kepedulian akan budaya daerah pun masih menjadi persoalan.

Karena itu kepedulian akan minimnya apresiasi pemuda pada budaya lokal sangat penting tak hanya oleh pemerintah, namun juga masyarakat demi menyuburkan benih apresiasi budaya didada setiap pemuda, agar kedepannya upaya pelestarian budaya dapat teroptimalkan karena adanya peran aktif pemuda sebagai penerus bangsa.

Dalam hal itu, saya mempunyai beberapa usul dan masukan demi peningkatan kepedulian pemuda pada budaya lokal. 

  1.  Pemerintah

  • -          memberdayakan kesenian lokal yang ada dengan mengadakan lomba kesenian daerah, baik itu berupa lomba tarian hingga lomba menulis tentang kebudayaan dengan melibatkan pemuda sebagai pesertanya

  • -          Menggalakkan pembinaan kepada pemuda tentang seni lewat sekolah maupun sanggar kesenian yang ada di daerah

  • -          memassifkan pengadaan pentas seni maupun pameran budaya sebagai wadah bagi para pemuda yang telah mencintai budaya lokal untuk mempresentasikan tentang kebudayaan, yang dikemas dengan gaya anak muda sehingga mampu menarik minat pemuda lainnya untuk turut melestarikan budaya lokal


   2.   Masyarakat

  • -          Memberikan lingkungan yang kondusif bagi para pemuda untuk mempelajari tentang budaya lokal

  • -          Membantu pemuda mengenal budaya lokal serta memotivasi pemuda akan pentingnya apresiasi budaya lokal


Semoga dengan implementasi dari usul saya diatas mampu mendongkrak angka kepedulian pemuda terhadap apresiasi budaya lokal utamanya di Jawa Tengah.
 
;